Skandal Pengaturan Skor di Sepak Bola Nasional

January 17, 2019 0 By eddye

Promo Agen Bola – Skandal pengaturan skor pada sepak bola nasional nampaknya sebagai semakin “menegangkan” setelah penangkapan wasit, Nurul Safarid. Nurul ditangkap tim Satgas Antimafia Bola pada Garut, Jawa Barat, dalam Senin, 7 Januari 2019. Nurul menjadi nama pertama tersangka yg berprofesi wasit dalam skandal mafia bola ini. Diungkapnya keterlibatan wasit pada pada pengaturan skor akan membuka pintu yg lebar buat menjerat tersangka lainnya. Mengapa demikian? Di pada alur permainan match fixing ini, wasit sebagai keliru satu yang mampu dikatakan aktor krusial. Di pada skenario yg umum, para perantara atau diklaim broker akan mempertemukan wasit dan pemesan skor, sekaligus membantu agar wasit bisa membantu terlaksananya perbuatan jahat ini.

Apabila hingga kini jaringan para broker sudah ditangkap dan oknum wasit telah ditindak, maka yg paling penting kini merupakan menunggu mobilitas selanjutnya agar Satgas menindak komponen lainnya yaitu instruktur & pemain, apabila terbukti bersalah. Karo Penmas Polisi Republik Indonesia, Brigjen Dedi Prasetyo telah memberi tanda bahwa penyelidikan akan menunjuk ke sana. Menurut Dedi bila serius dalam pertandingan antara Persibara melawan PSS Pasuruan, maka instruktur dan pemain ke 2 klub akan diminta fakta pasca penangkapan Nurul. JIka benar terbukti, maka “ocehan” dari para pelaku match fixing yg sudah dihukum terbukti sahih. Saat tayangan Mata Najwa, meski tidak menyebut siapa, kiprah para instruktur dalam lingkaran mafia ini cukup sentral.

Menurut pengakuan runner yg sudah dieksekusi seumur hidup oleh Komisi Disiplin (Komdis) PSSI, Bambang Suryo, instruktur yang melakukan kecurangan akan ditawari oleh runner sejumlah uang untuk memastikan skor yg dipesan dapat berjalan dengan baik di lapangan. Runner sendiri merupakan perpanjangan tangan oleh para bandar judi besar yang beroperasi pada sepak bola nasional. Selanjutnya, pelatih yg bersangkutan akan membagikan uang pada para anggota tim supaya memastikan semuanya berjalan menggunakan baik. Jika menggunakan perspektif peran para pelaku, pelatih adalah orang lapangan sebelum sampai di level paling dasar, yaitu pemain.

Apakah pemain Persibara & PSS Pasuruan terlibat? Meski belum terbukti, tetapi harus diakui pada level inilah sangat rentan termakan godaan para mafia. Pemain sendiri dihubungi jika instruktur tidak mau mengikuti kemauan para mafia, & sangat menyedihkan lantaran menurut pengalaman, para pemain jarang menolak buat melakukan perbuatan tercela ini. Fakta ini ditambah menggunakan telah dihukumnya striker PSMP Mojokerto, Krisna Adi oleh Komdis PSSI. Kecurigaan terhadap Kresna terjadi waktu PSMP berhadapan dengan Aceh United pada 19 November . Berpeluang menyamakan kedudukan melalui tendangan penalti, Krisna Adi sengaja mengarahkan bola ke luar, tendangan “penalti” yg dipercaya terkonyol oleh penikmat sepak bola.

“Dari pengamatan secara teknik, teknik itu (tendangan Kresna) bukan buat menendang namun untuk mengumpan” ujar Fachri Husaini, mantan instruktur sekaligus pemain timnas berkomentar waktu tayanga Mata Najwa. Krisna sendiri akhirnya dihukum berat oleh Komdis PSSI, dia dieksekusi embargo beraktivitas dalam aktivitas sepakbola di lingkungan PSSI seumur hidup.